Rain

By : Vi

Cast : Oh Sehun (EXO), Han Jieun (OC)

Genre : Romance, Angst, AU, Hurt & Comfort

Length : Drabble

Rating : PG-15

Disclaimer : I own the plot and the stories. This story is purely mine, I created it myself from my own wild imagination. Cast besides OC(s) belongs to God and their relatives. I might had posted this story on another blog. Last but not least, please don’t be plagiators and siders! Thank you for your concern.

Artwork by Vi

WARNING FOR TYPOS!

.

.

.

.

.

.

Ia suka makanan asin, tidak dengan yang manis. Ia suka terang dan membenci kegelapan. Dan satu lagi, ia sangat menyukai hujan. Entah itu aromanya, bunyi irama tetesan yang mengalun bak melodi pembuai rungu, atau hujan itu sendiri. Di sisi lain aku sangat tidak suka dengan hujan, bukan benci, tidak. Hanya sangat tidak suka.

Siapa yang menyangka, gadis periang sepertinya memiliki alasan yang bisa dibilang tidak wajar bagi seseorang yang selalu memasang senyum seperti dirinya, untuk menyukai hujan. Ah, tidak. Ia mencintai hujan. Kalau saja hujan itu adalah seseorang, sudah pasti gadis itu akan dengan senang hati menjadikan sang tangisan langit itu sebagai dambaan hatinya. Sepertinya aku mulai iri dengan hujan.

Saat aku menanyakan apa alasan dibalik kecintaannya terhadap hujan, gadis itu menjawab, “Saat kau berdiri di tengah hujan, orang tidak akan tahu jika kau menangis atau tidak.” Jawabannya sesimpel itu. Tapi terasa janggal karena mendengarnya dari gadis yang selalu tersenyum seperti dirinya. Dan satu hal yang kusadari sekarang. Ia—gadis itu—sangat sering berdiri di bawah derasnya guyuran hujan belakangan ini.

Awalnya kukira ia baik-baik saja. Tapi sepertinya aku terlalu kejam pada gadis itu. Aku tahu hatinya menjerit di antara riuhnya air hujan yang menghujam bumi. Kendati demikian, aku sepertinya terlalu tuli untuk mendengarnya. Atau mungkin hanya terlalu takut untuk menyadari bahwa gadis itu terluka karnaku.

Ingin rasanya kurengkuh tubuh rapuh itu. Ingin kubisikkan kata-kata yang menjadi penyemangatnya seperti dulu. Ingin kaki ini maju untuk menghapus air mata yang turun melebur bersama air hujan. Namun aku hanyalah seorang pengecut yang selalu bersembunyi di balik bayang-bayang masa lalu.

Aku menyesalinya, sungguh. Kerap kali aku merutuki kebodohanku. Jika saja aku tidak melepaskan genggamannya tujuh tahun yang lalu. Jika saja aku tidak bertindak bodoh waktu itu. Jika saja, selalu jika saja. Manusia selalu penuh dengan penyesalan, dan penyesalan selalu datang di akhir, bukan?

Tapi aku sudah membulatkan tekadku. Aku tidak akan melepaskan genggaman pada tangannya lagi untuk yang kedua kali. Kuberanikan raga ini untuk mendekat, menghapus spasi yang sudah sejak lama ada di antara kami. Gadis itu hanya diam di tempatnya, agaknya kedua obsidiannya tidak tertarik dengan presensiku atau lebih tepatnya tidak menyadari. Dan ketika ia menoleh, hanya senyum yang bisa kuberikan untuknya sebagai balasan.

“Oh Sehun”

“Han Jieun, lama tak bertemu.”

Mungkin hari ini, aku juga akan menyukai hujan sama sepertinya. Karena ternyata selama ini, hanya dalam hujan lah, dia akan keluar dan aku bisa mengamatinya dari balik pohon di sudut jalan, dengan hujan sebagai kanopi tentu saja. Karena hujan lah, aku berani untuk kembali menyapanya. Karena hujan lah, mungkin aku diberikan kesempatan kedua untuk menggenggam kembali tangannya. Ya, kurasa mulai sekarang aku akan menyukai hujan.

 

A/N :

Jangan tanya apa ini, karna aku sendiri bingung ini apaan *plak* ini abis makan kacang telor malah jdny beginian :’v

 

Best regards,

Vi

Advertisements

3 thoughts on “Rain

  1. wow….jadi sehun udh mndapatkan ksempatan keduanya kah?
    kesalahan apa yg terjadi hingga mmbuat sehun melepaskan jieun dlu???
    penasaran…tp ini udh End ya,!!!!

    Liked by 1 person

    • Jengjengjeng apa y….urusan sehun sm jieun, males nyampurin urusan org :’v *plak* ntar kl otakku mampu, aku bikin deh y alesanny 😂😂😂 makasih btw

      Like

  2. Aku juga suka hujan ..
    Karena aku suka sehun *plak*
    gak kok .. Alesan aku sama kya han jieun .. Uhuhuhu T_T ..
    Tapi aku benci petir nya yaaa >.<

    sehun semangat buat dapet kesempatan kedua yaaaww
    author jg semangat lanjutin nya yaw *kalo lanjut sih* kkkk~ fighting

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s