Ego

By : avatar

Cast : Kim Junmyeon (EXO), Shin Hyesoo (OC)

Genre : Romance, Angst

Length : Oneshot

Rating : PG-15

Disclaimer : I own the plot and the stories. This story is purely mine, I created it myself from my own wild imagination. Cast besides OC(s) belongs to God and their relatives. I might had posted this story on another blog. Last but not least, please don’t be plagiators and siders! Thank you for your concern.

WARNING FOR TYPOS!

.

.

.

.

.

.

Memikirkan kejadian di apartemennya lima hari lalu hanya membuat hatinya teriris. Mengingat kejadian itu telah membuat dirinya dan sang kekasih pemilik nama Kim Junmyeon harus saling mengacuhkan. Sungguh tidak pernah barang sedikit pun niat untuk menjauhi Junmyeon. Kala itu mereka tenggelam dalam ego masing-masing.

 

****

 

 

“Salahku? Ya, selalu saja salahku! Aku memang tidak pernah benar di matamu.” Pria itu menaikkan nada bicaranya. Sungguh menyebalkan.

“Memang ini salahmu Tuan Kim Junmyeon. Jangan mencoba untuk lari dari kenyataan.” Junmyeon hanya tertawa mengejek. Lari katanya?

“Selama ini aku selalu mengalah untukmu, Shin Hyesoo. Tapi aku lelah untuk selalu menjadi yang mengerti dirimu.” Junmyeon menghela napas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya. Tapi sebelum pria itu sempat menlanjutkan ucapannya, Hyesoo telah angkat bicara. “Aku tidak pernah minta dimengerti olehmu.”

Mata Hyesoo menatap kedua netra Junmyeon dengan tajam. Sebenarnya Hyesoo bukanlah tipikal orang seperti ini, hanya saja jika sudah terlampau emosi, egonya akan memenangkan perang batin dalam dirinya. Junmyeon sendiri merupakan sosok yang sangat perhatian terhadap Hyesoo, namun suatu hubungan pasti akan selalu ada rintangan, bukan?

“Kalau kau memintaku untuk datang ke sini hanya untuk berdebat, lebih baik aku pulang. Pekerjaanku masih banyak, Hyesoo.”

“Cih, pekerjaanmu, huh? Sana pentingkan saja pekerjaan bodohmu itu. aku sudah tidak peduli.” Tangan Junmyeon sudah mengepal dikedua sisi tubuhnya. Untung saja Hyesoo adalah kekasihnya, Kalau tidak Junmyeon sudah tidak bisa membayangkan akan jadi apa orang yag berdiri di depannya sekarang ini.

“Sudahlah, aku lelah dengan sikap kekanakanmu. Lebih baik aku pulang.” Mata Hyesoo memanas dan tenggorokannya terasa tercekat. Tapi egonya telah membutakan dirinya untuk menahan Junmyeon agar tidak pergi.

Iris jernih gadis itu menatap kepergian Junmyeon. Menatap punggung pria itu menghilang di balik pintu apartemennya. Kakinya serasa kehilangan kekuatan untuk menopang beban tubuhnya. Dirinya jatuh terduduk di atas lantai dan air matanya yang sudah tdak terbendung lagi akhirnya jatuh membasahi kedua pipinya.

“Kau bodoh, Shin Hyesoo.” Lirihnya setengah merancau.

 

****

 

Mereka tidak saling bicara selama lima hari. Bahkan hanya untuk sekedar menengok untuk melihat presensi kekasihnya pun tidak. Sungguh keterlaluan memang , tapi jika yang namanya harga diri tidak mau jatuh, mau bagaimana lagi?

Akhirnya dengan segala keberanian yang dikumpulkan, Hyesoo memberanikan diri untuk menghubungi Junmyeon.

Gadis itu mengambil benda persegi panjang di nakas sebelah ranjangnya. Jemari lentiknya dengan ringan menekan tombol speed dial yang tertera pada layar HPnya. Terdengar nada sambungan dari seberang sana. Jari-jari Hyesoo sedikit bergetar. Takut canggung menguasai pembicaraan ini.

Dirinya sudah tidak tahan jika harus terus saling mengacuhkan seperti ini. Perasaan rindu yang membuncah terhadap sosok sang kekasih membuatnya menelan bulat-bulat semua ego dalam dirinya.

5 detik

10 detik

15 detik

“Halo? Hyesoo?” Bibirnya kelu seketika, mendengar suara yang sangat dirindukannya. Sudah lima hari dirinya tidak mendengar suara yang selama ini selalu menjadi obat penenangnya. Matanya memanas dan dirinya sudah kalut dengan kekecewaan. Kecewa terhadap dirinya sendiri.

Hyesoo masih tidak menjawab, tapi Junmyeon tidak memutuskan sambungannya. “Hyesoo-ah, kau masih di sana?” Tanyanya lembut. Kristal-kristal bening itu kembali mengalir di kedua permukaan pipinya, membasahi wajah putih milik gadis itu.

Junmyeon mendengar suara isakan di seberang sana langsung panik. “Shin Hyesoo, kau kenapa? Jawab aku!”

“Junmyeon…aku—hiks….aku minta maaf. Maaf atas perkataanku, egoku terlalu besar untuk mengakui kesalahanku kala itu. Aku sungguh—hiks…minta maaf. Aku—hiks…sangat merindukanmu, Junmyeon.” Hati Junmyeon mencelos mendengar suara gadisnya menangis. Dirinya merasa tidak becus menjadi seorang kekasih karena telah menyakiti gadisnya.

Terdengar pintu apartemen Hyesoo dibuka. Langkah kaki-kaki itu terdengar tergesa-gesa mencari kehadiran sosok gadis yang telah menghiasi hari-harinya selama 4 tahun ini. Netranya membidik fokus ke segala penjuru ruangan dan menemukan sosok yang dicarinya sedang menangis sesenggukkan di atas sofa.

Hyesoo tidak tahu kalau Junmyeon sudah berada di depan pintu apartemennya sejak setengah jam yang lalu, namun tidak berani bahkan hanya sekedar untuk memegang gagang pintu. “Hyesoo, aku juga merindukanmu. Sangat merindukanmu.” Kepala Hyesoo mendongak, mendapati Junmyeon sedang berjongkok di hadapannya.

Tangis Hyesoo pecah dan langsung menghamburkan diri ke dalam pelukan Junmyeon. “Maafkan aku—hiks…Junmyeon. Selama ini aku memang tidak pernah memncoba untuk mengerti keadaanmu. Aku minta maaf.” Junmyeon mengusap-usap pelang puncak kepala gadis itu lalu mencium kening Hyesoo lamat-lamat. “Maafkan aku juga, hm? Tolong jangan menangis. Kau tahu aku tidak bisa melihatmu menangis.”

Gadis itu memberi spasi antara pelukan mereka. Membuatnya bisa menatap kedua manik mata coklat yang terkesan tegas dan lembut sekaligus. Tatapan teduh yang sangat dirindukannya dari pria itu. Tatapan yang selalu bisa menenagkannya dan memberinya keyakinan kala dirinya goyah. Junmyeon mengusap air mata Hyesoo dengan kedua ibu jarinya. “Kau tahu? Mengabaikanmu selama sehari saja hampir membuatku kehilangan kewarasanku.” Hyesoo tersenyum simpul mendengar pengakuan Junmyeon. “Aku juga.”

“Junmyeon?” Sambil menatap kedua iris Junmyeon, Hyesoo memberanikan diri untuk bertanya. “Hm?” Junmyeon terseyum lembut sambil membalas tatapan gadis itu.

“Aku takut.”

“Takut kenapa?”

“Aku takut kau tidak merindukanku sebanyak diriku merindukanmu. Aku takut kau akan menyerah padaku. Aku…aku—“

“Shin Hyesoo, kau bicara apa, huh? Tentu saja aku merindukanmu, dua kali lebih besar daripada kerinduanmu padaku dan aku tidak akan meninggalkan dirimu sampai kapan pun. Itu adalah sebuah janji dan kau bisa pegang kata-kataku.”

“Hm” Hyesoo memilih untuk percaya pada perkataan Junmyeon. Dalam hati Hyesoo bersumpah jika sampai Junmyeon melanggar janjinya itu, ia akan menjadi orang pertama yang membakar apartemen kekasihnya itu. Menyeramkan memang, tapi salahkan Junmyeon jika main-main dengan makhluk yang namanya wanita.

 

FIN

 

A/N :

Hai haiii, maaf jarang update. Lagi sibuk *halah* btw mau izin buat 2 bulan ke depan mau hiatus sebentar karena lagi sibuk-sibuknya TO, UN, Uprak, dll. Hadeuh kepala mau pecah. Jadi mohon dimaklumi ya saudara saudari sekalian. Thank you ^^

 

Best regads,

avatar

Advertisements

13 thoughts on “Ego

  1. ‘tapi salahkan Junmyeon jika main-main dengan makhluk yang namanya wanita’ oke nyeremin
    itu bukan wanita, itu pacar Myeon namanya Shin Hyesoo XD
    haha lucu deh kopel ini, marahan habis itu kangen-kangenan. Kalo Hyesoo gak nelpon, Myeon pasti udah kabur dari pintu kan? kkk .Apakah ini hanya satu cerita? Umm, tapi ini ngefeel deh, malah ngingetin aku sama seseorang *eeh.
    Pay Pay Avaa~ Sukses buat ujian-ujiannya, kepalanya harus tetep utuh loh.hhi Ditunggu buat kedepannya .Hwaiting ^

    Liked by 1 person

    • Iiiih dia baper ahai…sikasik *mintadigampar* makasih doanya 😍😍 iyaa ini cm satu cerita tp kapel ini ceritany g cm satu kok hehehehe, makasih semangatnyaa, jd semangat ujian wwkwkwk

      Liked by 1 person

  2. Gadiis itu mengambil benda persegi panjang di nakas sebalh ranjangnya <<<< entah kenapa otakku yg kecil ini mikirnya nampan hahahahahh

    Haii aku Ririn, entahlah km inget aku atau gak, yang pasti ak sering nemu id kamu di kolom komen FF yg aku bikin dan baru ngeh klo km author juga kkkkkk heemmm…. gak ada komen ya, soalnya… soalnya… aku terlalu menyebalkan klo komen jujur hahahah sumpahlahhh nanti kamu pasti kesel, intinya sering2 aja nulis sama baca novel yg berkualitas biar makin kece tulisanna… salam Yehettt hahahah

    Liked by 1 person

    • Ntar kl aku bikin junmyeon nembak ceweny kykny adeganny bakal receh setengah idup :” jd msh dipikir pikir dulu wkwkwkwk. Makasih yaa ^^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s