Learning to Love : Vacation

By : avatar

Cast : Park Chanyeol (EXO), Lee Yeonhee (OC)

Genre : Marriage Life, Romance, Fluff

Length : Ficlet

Rating : PG-17

Disclaimer : I own the plot and the stories. This story is purely mine, I created it myself from my own wild imagination. Cast besides OC(s) belongs to God and their relatives. I might had posted this story on another blog. Last but not least, please don’t be plagiators and siders! Thank you for your concern.

.

.

.

.

.

.

.

“Yeon-ah…….”

“….”

“Sayaaang, jangan diamkan aku seperti ini.”

“….”

“Aku kan sudah minta maaf, Yeon-ah.”

“….”

 

CHU

 

“Ya! Jangan menggodaku.” Chanyeol terkekeh geli melihat wajah istrinya, sementara Yeonhee masih saja betah dengan posisi menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil duduk bersila dan di atas ranjang. Belum lagi dengan bibir yang dikerucutkan itu, membuat Chanyeol tidak tahan untuk tidak mencium bibir ranum nan menggoda milik Yeonhee.

 

****

 

 

Flashback on

“Chanyeoool-ah!! Aaaah! Aku senang sekali lusa kita akan pergi berlibur.”

Hati Chanyeol mencelos, dia lupa memberitahu istrinya.

“Yeon,ah…Aku…Maafkan aku.” Lirih Chanyeol. Yeonhee hanya memiringkan kepalanya dengan alis bertautan. “Kenapa tiba-tiba kau minta maaf?” Ekspresi Yeonhee masih saja sama.

Desahan berat lolos dari mulut Chanyeol, dirinya tidak tahu bagaimana caranya untuk menjelaskan kepada Yeonhee mengenai liburan mereka. “Maafkan aku, tapi sepertinya kita tidak bisa pergi lusa. Tiba-tiba ada urusan mendadak di kantor untuk beberapa hari ke depan. Aku sungguh minta maaf, Yeon-ah. Aku lupa memberi tahumu.” Mata Chanyeol kini terfokus pada Yeonhee yang berada di sisi meja makan yang lain—di seberangnya, gadis itu hanya menatapnya datar—tanpa ekspresi.

“Yeon…Kau tidak apa-apa?” Dasar Chanyeol bodoh, Yeonhee tanpa harus ditanya juga kau pasti tahu dirinya tidak baik-baik saja. Pasalnya liburan yang sudah mereka rencanakan dari dua minggu lalu harus batal dan ini adalah liburan pertama mereka bersama-sama.

Tatapan Yeonhee terkesan menerawang, “Aku…Tidak apa-apa.” Kini wajah gadis itu memanpangkan seutas senyum simpul yang terkesan dipaksakan.

“Kau bodoh, Park Chanyeol.” Batin Chanyeol kepada dirinya sendiri.

Sarapan berlalu dengan suasana hening. Chanyeol berangkat kerja seperti biasa, meninggalkan Yeonhee sendiri di rumah.

 

Flashback off

 

****

 

 

Chanyeol beringsut mendekati Yeonhee “Hey, maafkan aku, oke? Aku janji hanya kita tunda seminggu.” Netra Yeonhee perlahan berbelok, menatap manik mata milik pria itu. Desahan berat lolos dari bibir Yeonhee hendak melanjutkan konversasi ini “Tadi pagi kan aku sudah bilang aku tidak apa-apa. Lagipula tanpa kau minta, aku pasti dan selalu akan memaafkanmu, Chan. Aku juga minta maaf. Jika memang tidak bisa tidak usah dipaksakan, pekerjaanmu lebih penting.” Kini kepala Yeonhee tertunduk.

Tangan kekar Chanyeol perlahan menelusupkan pelukannya ke tubuh ramping gadis itu, membuatnya sedikit terlonjak kaget. “Tapi kita lebih penting.” Yeonhee membalas pelukan Chanyeol sama eratnya, atau bahkan lebih erat. “Aku tahu.” Hanya jawaban singkat yang keluar dari kedua bibir manis Yeonhee, tapi itu sudah cukup bagi Chanyeol. Ya, setidaknya bagi Chanyeol itu sudah cukup.

“Jadi, daritadi kau tidak marah, begitu?”

“Siapa bilang aku marah?” Yeonhee tersenyeum ke arah Chanyeol yang sudah melepaskan mereka.

“Ya! Nyonya Park, jadi daritadi kau membohongiku, huh?” Kini giliran Yeonhee terkekeh geli melihat reaksi Chanyeol.

“Siapa yang berbohong? Aku kan tidak pernah bilang kalau aku marah padamu.” Chanyeol masih menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Chanyeol tidak membalas apa-apa, dirinya bangkit kemudian berjalan menuju sisi ranjang satunya di sebelah Yeonhee dan membaringkan tubuhnya di sana. Yeonhee hanya ikut merebahkan dirinya di samping Chanyeol dengan posisi menyamping, memunggungi pria itu.

Tiba-tiba tangan kekar Chanyeol sudah melingkar di pinggangnya posesif. Chanyeol memangkas habis sisa jarak antara mereka, mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Yeonhee. Jantung Yeonhee sudah amburadul tak karuan sekarang.

“Ya! Park Chanyeol, geli. Jauhkan kepalamu dari situ.” Pekik Yeonhee ketika merasakan Chanyeol mulai menciumi leher jenjangnya dari belakang.

“Hukumanmu untuk membohongiku.” Nada bicara Chanyeol barusan membuat Yeonhee sedikit bergidik ngeri.

“Ya! Jangan macam-macam! Chanyeol-ah…Aku…Aku belum siap.” Dalam hati, Yeonhee bersyukur bahwa lampu kamarnya kini sudah dimatikan, sehingga Chanyeol tidak bisa melihat wajah merah tomatnya.

“Aigoo, kau memikirkan apa, huh? Pikiranmu kotor juga ternyata. Siapa bilang aku akan menghamilimu sekarang?” Chanyeol tersenyum jahil. Yeonhee berbalik untuk menatap Chanyeol.

“Heol! Jadi kau benar-benar ingin aku menghamilimu?” Mata Yeonhee melebar mendengar pertanyaan seorang Park Chanyeol.

“….”

“Kalau begitu, ayo. Kapan pun kau siap.” Chanyeol mengerling jahil ke arah Yeonhee. Tapi kedipan Chanyeol malah lebih terlihat seperti paman-paman pedofil di luaran sana menurut Yeonhee.

“YA! DASAR PARK CHANYEOL MESUM!”

 

 

FIN

A/N :

Yang udah pengen cepet-cepet keluar yoda-yoda kecil sabar ya.  Aku ga mau ngehamilin Yeonhee dulu, eh maksudnya Chanyeol hamilin Yeonhee, ah sudahlah. Intinya aku ga pengen cepet-cepet mereka punya anak dulu. Mungkin beberapa chapter lagi baru hamil :v serem amat ya. Oke deh sekian dan terima kasih ^^

Best regards,

avatar

Advertisements

27 thoughts on “Learning to Love : Vacation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s